https://www.mamasa.nusautaratv.com/
Tutup Menu
07 Mei 2025 | Dilihat: 446 Kali

SMP Negeri 6 Mamasa: Belajar dengan Semangat di Tengah Keterbatasan

noeh21
      
Nustar TV nusautaratv.com, MAMASA - Situasi memprihatinkan tengah melanda SMP Negeri 6 Buntu Malangka di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, di mana sebanyak 32 siswa harus menjalani proses belajar di dalam gedung yang belum permanen. Mereka terpaksa belajar di sebuah bangunan sederhana yang lebih mirip gubuk, tanpa fasilitas yang memadai untuk menuntut ilmu.

Kepala SMP Negeri 6 Buntu Malangka, Handriani, mengungkapkan kondisi sekolah yang kurang memadai saat diwawancarai oleh wartawan pada Jumat (2/5/2025). “Kami saat ini memang belum memiliki gedung yang permanen,” tuturnya.

Sekolah yang berada di Desa Aralle Timur tersebut sebelumnya merupakan kelas jauh dari SMP Negeri 2 Buntu Malangka. Sejak tahun 2020, SMP ini beroperasi secara mandiri. “Dulunya kami adalah kelas jauh, tetapi kini kami telah berdiri sendiri,” tambah Handriani.

Bangunan yang digunakan sebagai ruang belajar sejatinya merupakan hasil swadaya masyarakat. Dengan ukuran sekitar 3x6 meter, ruangannya dibagi menjadi tiga untuk kelas I, II, dan III. Meski sudah dilapisi atap seng, dindingnya masih terbuat dari anyaman bambu dan lantainya hanya tanah yang kerap kali mengalami kebocoran saat hujan.

Kondisi di dalam kelas pun memprihatinkan. Meja, kursi, dan papan tulis yang ada sangat tidak layak untuk digunakan. “Ini semua berkat kerjasama antara warga dan pemerintah setempat,” ujar Handriani menambahkan.

Handriani menerangkan, tujuan awal didirikannya sekolah ini adalah untuk mempermudah anak-anak setempat mendapatkan akses pendidikan, mengingat banyak anak yang putus sekolah karena jarak yang jauh menuju sekolah induk. “Bersama kepala desa, kami berinisiatif mendirikan sekolah agar anak-anak tidak kesulitan dalam mengakses pendidikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Handriani juga menjelaskan bahwa peralatan belajar yang ada saat ini merupakan barang-barang bekas dari SMP Negeri 2 Buntu Malangka. “Karena saya juga pernah menjadi kepala sekolah di SMP 2, kami memanfaatkan sarana yang sudah tidak terpakai untuk mendukung pembelajaran di sini,” kata Handriani. 

Dia berharap pihak pemerintah segera memberikan perhatian pada kondisi bangunan sekolah, karena pemerintah setempat sudah melakukan inspeksi dan berjanji akan mendukung pembangunan gedung baru. “Dinas pendidikan sudah berkunjung, dan mereka berkomitmen untuk memberikan bantuan pembangunan dalam waktu dekat. Saya berharap itu segera terwujud agar anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman,” tutupnya.

Selain itu, SMP Negeri 6 Buntu Malangka memiliki 13 tenaga pengajar, namun hanya satu yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), sementara yang lainnya berstatus sebagai guru honorer. “Kondisi ini cukup menantang, namun semangat belajar anak-anak di sini sangat tinggi,” katanya.
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas